Serayupos.com – Sekitar 145–146 warga Perumahan Serpong Lagoon, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, mengalami muntah dan diare secara bersamaan dalam beberapa pekan terakhir. Dugaan sementara mengarah ke air dari instalasi pengolahan air (WTP) perumahan yang hasil ujinya positif bakteri Escherichia coli.

Yang paling memprihatinkan: lebih dari separuh korban adalah balita. Bayi termuda yang tercatat baru berusia 11 bulan dan harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Para warga mengeluhkan muntah-muntah, diare, demam, hingga dehidrasi parah.

Terungkap dari Laporan di Grup Warga

Kasus ini terungkap pada Rabu (7/10/2026). Seorang ibu melaporkan di grup warga bahwa anaknya mengalami demam, muntah, dan diare. Laporan itu disusul cerita serupa dari penghuni lain — ternyata anak-anak mereka juga sakit dengan gejala yang sama.

Pendataan warga menyebut total korban mencapai 146 orang, campuran orang tua dan anak-anak. Ketua RT 04 RW 07 Heru Cahyono mengonfirmasi angka itu. Namun, angka dari pemerintah kota sedikit berbeda: Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan menyebut 145 warga terdampak per Rabu (14/10/2026).

Rentang waktu kejadian juga luas. Sebagian warga mengaku sudah merasakan gejala sejak 17 September 2026 — hampir sebulan sebelum kasusnya mencuat. Laporan paling awal justru datang dari kader kesehatan: pada 16 September 2026 mereka memberitahu Puskesmas Keranggan soal perubahan kondisi air di perumahan itu.

Tiga Sampel Air, Hasilnya Positif E. coli

Menindaklanjuti laporan kader, Puskesmas Keranggan mengambil tiga sampel air. Dua di antaranya berasal dari rumah warga di Blok A dan Blok B1, satu lagi dari toren instalasi pengolahan air (IPA) milik PT Arfa Putra Soegama, perusahaan yang mengelola pasokan air perumahan.