Serayupos.com – Kantong uang ternyata bukan penghalang. Apple membuka keran pre-order iPhone Duo — ponsel lipat pertamanya — pada Jumat (16/10/2026) pukul 05.00 waktu Pasifik. Dalam hitungan menit, seluruh stok ludes diserbu pembeli. Peluncuran yang paling ditunggu tahun ini berubah menjadi perlombaan siapa paling cepat mengklik tombol pesan.

Estimasi pengiriman di toko daring Apple langsung mundur jauh. Konsumen yang tidak kebagian slot awal kini harus menunggu hingga akhir Januari 2027 — melewati musim belanja Natal sepenuhnya. Bahkan varian termahal seharga US$3.199 tercatat baru akan dikirim pada 22 Januari. Stok untuk pengambilan di hari peluncuran juga sudah habis tak bersisa.

Apple Klaim Permintaan “Luar Biasa”

Apple tidak menunggu lama untuk menyombongkan diri. Dalam pernyataan resmi yang dikutip CNBC dan Financial Times, perusahaan menyebut permintaan pre-order iPhone Duo luar biasa. “Pre-order demand has been nothing short of extraordinary,” tulis Apple, sembari memastikan tetap menerima pesanan daring dan bekerja keras memenuhi setiap order yang masuk.

Peluncuran kali ini juga menjadi debut publik John Ternus sebagai CEO Apple. Ternus — yang resmi menggantikan Tim Cook pada 1 September — membuka penjualan lewat sebuah teaser di X. Sementara itu Cook, yang kini menjabat executive chairman, mengarahkan para pembeli yang kehabisan slot daring untuk mencoba peruntungan saat penjualan di toko dimulai pada 23 Oktober.

Antusiasme Murni atau Pasokan Sengaja Dibatasi?

Pertanyaan klasik pun mengemuka: apakah ini murni karena peminat membludak, atau karena barangnya memang sedikit? Jawabannya kemungkinan besar gabungan keduanya — dan rantai pasok memberi petunjuk kuat.

Samsung menjadi pemasok tunggal panel layar lipat untuk iPhone Duo, dengan harga sekitar US$250 per panel, dan tidak ada pemasok kedua. Ketergantungan pada satu sumber membuat kapasitas produksi Apple terbatasi sejak awal. Laporan yang beredar menyebut Apple sudah menaikkan pesanan ke rantai pasok sebesar 30 persen sebelum pre-order dibuka — tanda perusahaan sendiri mengantisipasi permintaan yang melebihi perkiraan awal.