Serayupos.com – Laga PSGC Ciamis melawan PSIS Semarang pada pekan keenam Liga 2 (Pegadaian Championship) 2026/2027 berakhir tanpa gol di Stadion Galuh, Ciamis, Sabtu malam, 17 Oktober 2026. Skor 0-0 itu semestinya menjadi cerita utama. Namun yang justru ramai dibicarakan adalah apa yang terjadi setelah peluit panjang berbunyi: kericuhan suporter yang bermula di tribun dan meluas hingga ke sejumlah ruas jalan di Kabupaten Ciamis.

Video-video kericuhan tersebut beredar luas di Instagram dan YouTube Shorts, memicu keprihatinan warganet. Bagi sebagian warga Ciamis yang tidak terlibat, malam itu berubah menjadi pengalaman yang mencekam.

Ketegangan Sudah Terasa di Tribun Selatan

Menurut keterangan polisi, suasana di Tribun Selatan Stadion Galuh — area yang ditempati suporter tim tamu — sudah memanas sekitar pukul 20.20 WIB. Usai pertandingan, pintu pembatas yang memisahkan suporter PSIS dengan pendukung PSGC dilaporkan jebol, lalu ketegangan pun pecah.

Steward dan aparat kepolisian sempat meredam situasi sehingga kericuhan di dalam stadion mereda. Namun ketenangan itu tidak bertahan lama.

Ricuh Kembali Pecah di Parkir Minimarket

Ketika rombongan suporter PSIS bersiap menaiki bus untuk kembali ke Semarang, ketegangan kembali muncul — kali ini di area parkir sebuah minimarket Indomaret di depan Stadion Galuh. Lemparan batu mewarnai bentrokan antara kedua kelompok suporter, dan warga sekitar yang kebetulan berada di lokasi berusaha mencari tempat berlindung.

Salah satu kisah yang paling banyak dibagikan warganet datang dari seorang ibu bernama Sinay Nova. Melalui kolom komentar Instagram, ia bercerita terjebak di dalam minimarket bersama anaknya yang berusia tujuh tahun selama kurang lebih 30 menit. Keduanya bersembunyi di bawah meja saat lemparan batu beterbangan di luar.