Innalillahi, KH Syukron Ma’mun ‘Singa Podium’ Wafat di Usia 84 Tahun
KH Syukron Ma’mun, pengasuh Ponpes Daarul Rahman Jakarta yang dijuluki Singa Podium, wafat pada Ahad, 18 Oktober 2026 di usia 84 tahun. Pemakaman direncanakan seusai salat dzuhur di kompleks pesantren Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Serayupos.com – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. KH Syukron Ma’mun, pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta yang dikenal luas dengan julukan Singa Podium, meninggal dunia pada Ahad, 18 Oktober 2026, sekitar pukul 09.00 WIB. Beliau berpulang di usia 84 tahun dalam perjalanan dari kediaman menuju RS Pondok Indah, Jakarta.
Kabar duka ini dikonfirmasi politikus PPP M. Romahurmuziy atau Rommy berdasarkan informasi dari putra almarhum. Akun Instagram resmi Pesantren Daarul Rahman Jakarta juga menyampaikan ucapan duka atas kepergian pendirinya, yang disebut sebagai guru sekaligus panutan yang dicintai.
Rencana pemakaman dan duka yang mengalir
Menurut keterangan Rommy, jenazah almarhum disemayamkan di lingkungan Ponpes Daarul Rahman Jakarta. Rencananya, pemakaman dilangsungkan pada hari yang sama, Ahad 18 Oktober 2026, seusai salat dzuhur di kompleks pesantren kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Ucapan duka cita mengalir dari berbagai pihak. Menurut pemberitaan, DPP FPI termasuk di antara ormas Islam yang menyampaikan belasungkawa, bersama para ulama, habaib, dan tokoh masyarakat. NU Online turut menyampaikan ungkapan duka melalui akun Instagram resminya pada Ahad pagi, sementara Metro TV dan sejumlah media lain ikut memberitakan kepergian beliau.
Dari Sampang menuju panggung dakwah nasional
KH Syukron Ma’mun lahir di Sampang, Madura, Jawa Timur, pada 21 Desember 1941. Ia tumbuh dalam keluarga yang lekat dengan tradisi keilmuan Islam: sang ayah, KH Ma’mun Nawawi, adalah seorang kiai, sedangkan ibunya, Hj. Masturoh, mengajarkan Al-Qur’an dan kitab kuning kepada masyarakat.
Sejak kecil ia menempuh pendidikan formal di Sekolah Rakyat (SR) pada pagi hari dan madrasah pada siang hari. Perjalanan keilmuannya kemudian berlanjut ke Ponpes Sidogiri di Pasuruan, lalu ke Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, tempat ia menempuh Kulliyatul Mu’allimin dan melanjutkan studi di Institut Pendidikan Darussalam (IPD).