Kerusuhan Demo Biaya Hidup di Prancis: Balai Kota Limoges Terbakar
Demo menentang mahalnya biaya hidup di Prancis berujung ricuh pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Balai Kota Limoges yang berusia 143 tahun terbakar hingga dua pertiganya hancur; sedikitnya 400 orang ditangkap.
Serayupos.com – Sabtu malam, 17 Oktober 2026, kobaran api melahap Balai Kota Limoges di jantung Prancis. Gedung yang berdiri sejak 1883 itu menjadi puing hangus di tengah gelombang demonstrasi menentang mahalnya biaya hidup yang berujung ricuh di berbagai kota.
Api menyala sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Menurut para saksi yang dikutip media Prancis, sekelompok orang bertopeng lebih dulu membakar mobil polisi di depan gedung, lalu memecahkan kaca jendela dan menyulut api di dalam bangunan hingga menjalar ke atap. Petugas pemadam berjuang semalaman menjinakkan api agar tidak merembet ke bangunan sekitar.
Kronologi Kebakaran Balai Kota Limoges
Prefek Haute-Vienne Maurice Barate mengatakan kepada AFP bahwa atap gedung runtuh menimpa lantai-lantai di bawahnya, kecuali sayap barat; sekitar dua pertiga bangunan hancur.
Barate menyebut kebakaran itu “deliberate act by hooligans” — tindakan sengaja para perusuh — dan kerusakannya “a catastrophe for heritage”, bencana bagi warisan budaya. Sebagian gedung memang ditetapkan sebagai monumen bersejarah sejak 1975.
Ratusan Ribu Turun ke Jalan, 400 Orang Ditangkap
Pemerintah Prancis memperkirakan sekitar 550.000 orang turun ke jalan pada Sabtu, termasuk 110.000 di Paris; serikat pekerja CGT mengklaim jumlah peserta mencapai 800.000.
Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengatakan sedikitnya 400 orang ditangkap setelah serangkaian insiden kekerasan, sebagaimana dikutip Reuters — sebagian besar orang dewasa.
Tinggalkan Balasan