Serayupos.com – Mercedes-AMG memperkenalkan GT SUV pada 17 Oktober 2026, sebuah SUV full-size bertenaga listrik yang membawa angka 1.153 tenaga kuda. Ini mobil pertama dalam sejarah 59 tahun divisi performa Mercedes-Benz itu yang dirancang sepenuhnya oleh timnya sendiri, sekaligus kendaraan kedua yang memakai platform elektrik khusus AMG.EA setelah GT 4-Door Coupe versi listrik. Unit pertama tiba di dealer Amerika Serikat pada musim panas 2027; harga belum diumumkan.

Bagi AMG, langkah ini menandai perubahan peran. Selama puluhan tahun mereka hanya menyetel ulang SUV Mercedes yang sudah jadi: mesin dikencangkan, kaki-kaki disetel kembali. Kali ini mereka menggarap semuanya dari lembar kosong, dan bidikannya jelas: Porsche Cayenne Electric yang sudah lebih dulu mengaspal.

Tiga Varian, Semuanya Beringas

Varian tertingginya, GT 63 SUV, mengusung tiga motor axial-flux — satu di depan, dua di belakang — dengan 1.153 tenaga kuda (711 kontinu), torsi 1.475 lb-ft — setara sekitar 2.000 Nm. Akselerasi 0–60 mph (sekitar 0–96 km/jam) tuntas dalam 2,4 detik dengan metode one-foot rollout (2,6 tanpa metode itu); 0–200 km/jam sekitar 6,8 detik; kecepatan puncaknya dibatasi 270 km/jam. Penggerak semua rodanya variabel — motor depan bisa dilepas saat beban ringan demi efisiensi.

Di bawahnya ada GT 55 SUV, juga bermotor tiga: 805 tenaga kuda, torsi 1.372 lb-ft (sekitar 1.860 Nm), dan 0–60 mph dalam 3 detik (2,7 dengan rollout). Varian terbawah, GT 53 SUV, memakai dua motor sinkron konvensional bertenaga 536 tenaga kuda (362 kontinu) dan torsi 590 lb-ft (sekitar 800 Nm) dengan transmisi dua percepatan di as roda belakang; catatan waktunya 4,1 detik, atau 3,7 dengan rollout.

Motor Berbentuk Pancake yang Mengubah Permainan

Komponen paling menarik ada di jantungnya. Mayoritas motor mobil listrik memakai desain radial-flux: magnet berputar di dalam silinder seperti kaleng. Motor axial-flux justru pipih seperti pancake — fluks magnetnya mengalir sejajar poros putar — sehingga tenaga per kilogramnya jauh lebih besar. Mobil bisa memakai motor yang lebih kecil dan ringan untuk tenaga yang sama, atau mengalihkan bobot yang dihemat ke baterai.

Mercedes membeli spesialis axial-flux asal Inggris, YASA, pada 2021, dan teknologinya tidak berhenti di mobil mahal: AMG CLA 45 sudah lebih dulu memakainya. Polanya jelas — AMG menjadi laboratorium pertama, lalu teknologinya turun ke model yang lebih massal. Motor padat-tenaga yang hari ini hanya ada di SUV super, besok bisa muncul di mobil listrik yang harganya masuk akal.